Novel My Beast Husband Kevin Bab 15

2 min read

Novel My Beast Husband Kevin Bab 15

Novel My Beast Husband Kevin Bab 15 – Belakangan ini banyak sekali yang tertarik untuk membaca novel my beast husband. Apalagi pada episode 15 yang memiliki cerita sangat menarik.

Jika kalian penasaran dengan alur cerita my beast husband bab 15 kalian bisa membacanya di bawah ini!

Novel My Beast Husband Kevin Bab 15 – Malam Pertama

Sekuat tenaga Lisa mendorong tubuh Galen ke samping. Laki-laki itu masih sempoyongan karena kesakitan di bagian dahinya. Tak heran jika tubuh Galen akhirnya mudah jatuh ambruk ke samping.

Napas Lisa tersengal-sengal: Sekujur tubuhnya terasa berat karena rasa takut yang membeludak menyelubungi seluruh tubuhnya. Lisa.bergerak tertatih tatih. Dia menyeret badannya hinggajatuh dari atas kasur.

Baca Juga:

“Ayo.Lisa! ayo!” Lisa menyemangati dirinya dalam hati. Dia bergerak merangkak menjauhi kasur. Kakinya masih lemas karena terlalu takut. Namun, dia tak mau berhenti. Dia terus bergerak menjauh hingga akhirnya telapak tangannya menyentuh permukaan pintu yang terbuat dari kayu.

Lisa menoleh ke belakang. Tampak Galen sudah turun dari kasur dan berjalan ke arahnya. Kedua bola mata Lisa membelalak lebar. Dia tak tahu bahwa Galen bisa berjalan seperti dirinya.

Lisa mereguk ludahnya. Dia memegangi permukaan pintu dan berusaha bangun. Tangannya bergerak cepat membuka pintu kamarnya yang terkunci. Di saat yang bersamaan, Galen semakin mendekat
padanya.

“Cepat!” Lisa akhirnya berhasil membuka pintu kamarnya. Dia segera berlari
secepatnya. Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri. Lorong rumah.sudah gelap: Dia bingung jika ingin kabur harus ke arah mana.

“Ke mana ya tangganya?” gumam Lisa cemas. Dia mencoba mengingat-ingat di
mana arah dia bisa.menaiki tangga. “Ah, kekanan!” Lisa langsung memutar badannya ke arah kanan kamar. Dia terus berlari secepatnya. Napasnya
terengah-engah. Menguarkan seluruh rasa takut dan lelahnya saat ini.

“Tangga!” seru Lisa riang. Dia lega melihat lingkaran tangga menurun ke bawah. Dia mempercepat langkahnya agar bisa segera mungkin mencapai tangga itu.

Lisa sama sekali tak menengok kebelakang. Dia terlalu takut untuk bertatap
muka dengan Galen. Yang dia butuhkan saatini adalah tempat aman tanpa adanya keberadaan Galen di ruangan itu.

Sesampainya di tangga, Lisa segera menuruni anak tangga. Jemarinya
memegangi pinggiran tangga yang terbuat dari kayu jati nan tebal dan berkilat cokelat terang itu. Dia terus bergerak turun secepatnya hingga tanpa.sengaja Kakinya malah bergerak saling tumpang tindih dan membuatnya terjerembab.

BRUK!

Tubuh Lisa berdentum menabrak lantai bawah. Dia terjatuh dari atas tangga saat tinggal 5’anak tangga lagi untuk bisa turun.

Kepala Lisa terasa sangat ngilu karena berdentum terkena lantai marmer yang
dingin dan keras. Kepalanya terus berdenyut dan membuatnya semakin lemah. Tak berapa lama, Lisa menutup mata. Kesadaran dirinya menghilang.

Keesokan harinya, saat terbangun, Lisa masih merasakan rasa nyeri di bagian
belakang kepalanya. Dia mencoba untuk bangun dari posisi tidurnya. Sayangnya, kepalanya masih sangat sakit untuk digerakkan. Akhirnya, Lisa memilih untuk tiduran sebentar.

Pandangan Lisa mengawang ke langit-langit kamar. Dia termangu sedih
membayangkan nasibnya semalam: Dia tak tahu bahwa Galen juga memiliki nafsu untuk menikmati tubuhnya. Dia kira, dengan luka bakar berat yang diderita, Galen.tak akan menjamah tubuhnya. Setidaknya, pernikahan mereka,hanyalah hitam di atas putih saja. Tidak-lebih dari itu. Setidaknya
sampai Galen benar-benar sembuh dari seluruh luka bakar yang diderita. Meskipun Lisa’tak tahu, kapan Galen akan bisa sembuh dari luka bakar yang parah itu.

Air mata Lisa berlinang membasahi bola mata. Perlahan genangan itu mengalir dari pelupuk matanya. Lisa sesenggukan membayangkan kebodohannya semalam.

“Gimana ini? Kak Galen pasti marah padaku,” tangis Lisa penuh ketakutan. Dia khawatir jika Galen akan memutuskan hubungan kontrak investasi ke usaha
perkebunan teh pamannya dan berimbas pada ibunya. Memang sekarang Lisa sudah diterima kerja. Namun, dia masih dalam masa magang. Jika kinerjanya buruk, dia bisa didepak kapanpun dari perusahaan.

Dengan kondisi seperti ini, sangat sulit bagi Lisa untuk bisa bertahan hidup tanpa bantuan pamannya. Setidaknya, dia butuh.waktu satu tahun hingga bisa matang secara ekonomi.

Barulah dia bisa mengajukan perceraian pada Galen. Lisa terus menangis. Rasa bingung dan cemas menyelubungi seluruh tubuhnya. Tak heran jika Lisa langsung tergeragap kaget saat terdengar sebuah suara ketukan pintu.

“Ma-masuk,” jawab Lisa terbata. Dia segera menyeka air matanya yang deras membasahi pipinya dengan selimut. Dia tak mau orang melihatnya menangis lagi.

Pintu terbuka. Tampak seorang dokter didampingi pembantu rumah tangga masuk ke dalam kamar Lisa. “Nyonya, ini dokter yang dipanggilkan Tuan Galen untuk merawat Nyonya,” ujar si Pmebantu Rumah Tangga tersebut.

Penasaran dengan kelanjutan cerita dari novel my beast husband bab 15? kamu bisa membaca di novel my beast husband full episode melalui link tersebut atau mengunjungi website in-novel di : https://in-novel.com/chapter-15-11381.

Akhir Kata

Sekian yang dapat admin bagikan terkait novel my beast husband bab 15 melalui artikel ini.

Baca Juga : Novel devan siska full episode

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda semua. Jika Anda ingin membaca full episode dari novel tersebut, kamu bisa menggunakan tautan di atas atau melalui web in-novel.

Terimakasih!